Sabtu, 03 Desember 2011

Resensi buku The Jacatra Secret

Judul buku                  : The Jacatra Secret, Misteri Satanic Symbol di Kota Jakarta
Penulis                         : Rizki Ridyasmara
Penerbit                      : Conspiratus Society Forum
Jumlah halaman         : 497 halaman
Kategori buku            : Novel fiksi sejarah
 
Synopsis                       :

Apakah anda mengenal siapa itu Rizki Ridyasmara? Ataukah anda mengenal penerbit Conspiratus Society Forum? Mungkin iya, tapi mungkin bagi sebagian orang, nama-nama ini tidak familiar. Dari  judul buku ini pun pasti banyak yang bertanya-tanya, sebenarnya apa isi buku ini? Seberapa baguskah buku ini untuk dibaca? Dengan buku setebal ini serta judul yang “terlihat” tak menarik, apa bagusnya?
Tapi, setelah kita mulai membaca, maka kita akan langsung penasaran untuk membaca sampai akhir. Ceritanya mengalir dan sangat menegangkan, membuat kita malas untuk melepaskannya. Buku karya penulis berbakat, Rizki Ridyasmara ini, memang patut untuk dibaca bagi para penggila novel misteri dan sejarah.
Rahasia dahsyat apakah gerangan yang tersembunyi dari sebuah bangunan Museum Sejarah Jakarta ? Mulai dari susunan batu khusus yang terletak tepat di depan sebelah kanan pelataran utamanya, gerbang utama yang berupa batu lengkung dan keystone dengan simbol bunganya serta patung Dewa Hermes yang terletak dibagian belakang gedung. Misteri apa pula dibalik angka 13 yang menyelimuti keseluruhan bangunan tersebut ?
The Jacatra Secret mengungkap berbagai rahasia symbol satanic di Jakarta. Dibalut kisah misteri kematian seorang neolib, buku ini benar-benar mengungkap habis segala yang selama ini luput dari penglihatan kita.
The Jacatra Secret berkisah tentang petualangan pakar bahasa simbol asal Universitas George Washington, Doktor John Grant yang diminta memecahkan sejumlah kejanggalan yang ditemukan polisi di dekat jasad Profesor Sudradjat Djoyonegoro. Pejabat teras Bappenas,yang jga seorang neolib, tersebut ditemukan tewas dengan luka tembak tepat di depan pintu gerbang Museum Sejarah Jakarta.
Bersama dengan gadis cantik berdarah campuran Prancis-Indonesia, Angelina Dimitreia, ia berusaha untuk mengungkap rahasia dibalik kematia tragis neolib yang sangat berpengaruh di kalangan pemerintah ini.
Selang beberapa jam kemudian, asisten sang professor juga ditemukan tewas dengan cara yang sama tapi di tempat yang berbeda. Polisi pun menemukan kesamaan senjata yang dipakai untuk melakukan pembunuhan itu.
Penyelidikan semakin seru ketika kekasih gelap Profesor Sudrajat, Sally Kostova, menemukan sebuah medallion masonik di tas sang professor. Dan Doktor Grant yakin kalau medallion itu erat kaitannya dengan kematian Profesor Sudrajat.
Dibayangi dengan incaran kematian, Doktor Grant tetap berusaha untuk memecahkan misteri kematian sang professor.  Doktor Grant bersama rekan-rekannya berusaha menyibak tabir pembunuhan tersebut dan menemukan berbagai rahasia kota Jakarta yang selama ini terpendam dari kesadaran banyak orang. Benar-benar bukan sekedar rahasia biasa. Dibalik kebesarannya, Jakarta menyimpan banyak misteri yang terpendam, yang kadang luput dari pengamatan orang awam.

Ditulis dalam bahasa ringan dan cerita yang mengalir teratur, novel thriller dengan tempo amat cepat ini mampu menyuguhkan kejutan-kejutan yang akan mengubah paradigma para pembaca selama ini tentang sejarah bangsa, khususnya sejarah terbentuknya ibukota Jakarta. Semuanya dibingkai dengan sangat apik oleh penulis serta dipertegas lagi dengan sejumlah foto otentik yang menyulitkan bagi siapa saja yang ingin membantahnya.
Suka atau tidak, rela atau tidak, setuju ataupun tidak, kita harus tetap mengakui bahwa apa yang disajikan oleh buku benar-benar tak bisa terbantahkan. Ada banyak satanic symbol dibalik kebesaran Kota Jakarta.
Rugi rasanya bagi para pencinta novel misteri dan sejarah jika belum pernah membaca novel ini. This novel is good and amazing.

Jumat, 02 Desember 2011

cerpen ke-3 (yg lama aj blom selesei)

Muslim, Watashi Wa..
Hai, kenalkan namaku Kaichi, lengkapnya Kaichi Simamura. Tapi teman-temanku lebih sering memanggilku      Edogawa karena aku sangat amat suka Detective Conan. Aku juga sering menulis namaku dengan Kaichi Edogawa, atau sering ku sambung dengan nama keluargaku, Kaichi Edogawa Simamura.
Sekilas kalian mengenalku, mungkin kalian tidak pernah menganggap aku berbeda. Aku sama dengan remaja-remaja Jepang lainnya. Tapi sebenarnya, aku sangat berbeda dengan mereka. Rambut hitam lurus sepunggungku tertutup selembar kain yang kusampirkan di kepala. Yupz, aku seorang muslim, lebih tepatnya keluargaku beragama islam, bukan Shinto ataupun Nasrani. Muslim, watashi wa. Tapi sayang, penutup aurat yang suci itu cuma bisa ku pakai ketika aku sedang berada di rumah. Jika ke sekolah, atau keluar rumah, aku selalu menggunakan topi yang menutup seluruh rambutku. Tentu kalian tahu khan kenapa. Jepang memang membiarkan rakyatnya memeluk agama apapun. Tapi tetap saja, muslim di Jepang tak bisa sebebas muslim-muslimah yang ada di Timur Tengah.
Mungkin kalian sedikit bertanya-tanya, darimana asal keislaman keluargaku. Asal kalian tahu, aku lahir dalam keadaan muslim, dari kedua orang tua yang muslim. Dan sekarang aku akan menceritakan padamu tentang asal keislaman orang tuaku.
---00---
Hawa panas khas gurun menyambut kedatangan Kenji Simamura dan istrinya, Keiko Simamura (orang tuaku). Rasa lelah, panas, dan sisa jet lag membuat mereka berdua semakin tak sabar untuk segera sampai di hotel. AC mobil yang membawa mereka, tak cukup membantu untuk menghilangkan panas yang menyengat. Keadaan yang sangat jauh berbeda dengan Jepang.
Setelah sampai di hotel yang dituju, dengan sangat terburu-buru mereka menuju lift. Ingin segera masuk ke kamar, membaringkan tubuh yang amat lelah.
---00---
Hari pertama Kenji untuk bekerja di kantor cabang perusahaan di Arab Saudi. Walaupun malam baru beranjak, tapi, hawa panas itu sudah mulai terasa. 'rasanya, percuma saja aku dan Keiko berepot-repot membawa jaket tebal musim digin. Tak akan terpakai di sini' gumam Kenji sembari melangkah keluar dari pintu masuk hotel.
“Tuan Kenji, saya di sini. Saya adalah sopir perusahaan yang diperintahkan untuk menjemput dan mengantar anda ketika pulang dan pergi dari kantor.” sapa seorang lelaki separuh baya sembari melambaikan tangannya ke arah Kenji.
bersambung,,,

Jumat, 14 Oktober 2011

home stay oy,,,



12-14 oktober 2011
home stay angkatan Foranza Sillnova
Di Kampung Kahuripan, Pesanggrahan, Purwakarta,  JaBar

Yang bisa ngewakilin semua yg kita rasain+alamin di sana hanya... "SERU BUANGEEEEEDDDTH"
hwahahahaha... :D
seneng oy,,,
sebagai pengawalan,,,, kt hikking keliling pinggang gunung,,,
gimana??? seru khan???
bnr bnr dah,,, seru beud...
bljr bahasa sunda,,
"dageoan... dageoan euy" :)
hehe
kt nginep di rumah induk semang,,
klompok q induk semangnya namanya Pak Ade ama Bu Ida...
trus di sana bnyk pada beli cireng ama bacil,,, ueennnaaakkkk eee puooolll...
:)
tau gk,,, bwt nyampe kampungnya...
kt harus jalan 1 kilometer lebih dr t4 pemberhentian bus nya...
mending klo datar..
wong jalannya nanjak gitu...
tp bnr2 seru beud...
pemandangan nya jg indah bgt...
sawah... hutan,,,, curug,, sungai,,, batuan,,, gunung,, kebun...
hwaaaaaa,,,
keren sadayana euy...

blom lg serunya krn breng angkatan Foranza tercinta...
deuuhhh,,, kerenna ++ dah..
:)

seruuuuuu bggggggttttzzzz poko' na....

penduduknya jg ramah2...
baeg baeg...
mkanannya enak2... (ketauan rakusna,, heey :))


bnr2 seruuuu.....


oleh2 pas dah dteng ke IC gk cma pengalaman yg kuueeeerrreeennn bgt...
tp jg,,,
baju kotor + badan pegel...
hwhahahahaha :D

trus jg ad acra breng ank foranza...
pensi+nyanyi breng + api unggun + bakar2 jagung,,, !!!! 
huaaahhh... seru  bgt..
trus jg ad baksos,, sembako murah+bazar pakaian+ pengobatan gratis....
senengnya bsa berbg...

seru bgt dah pko'nya...
klo ad waktu+kesempatan lg,, pengen dah ke sana lg...

satu kalimat yg aku suka,  yg aku dapetin waktu breng anak foranza...
"i was born, to tell you,, I LOVE YOU...." 


:))

Senin, 10 Oktober 2011

cerpen__ Ayah I Love You Forever_part 1

kupandangi pepohonan yang ada di luar jendela kamarku. Entah kenapa,setiap aku sedang sendiri,kilasan-masa laluku hadir bagaikan film documenter, berputar di otakku. Jauh, waktu melesat di saat aku baru lulus dari sekolah dasar.
-------
Kucampakkan tasku begitu saja ke kasur. Aku segera pergi ke dapur, rasa marah yang menggumpal di dada tak sanggup lagi kutahan. “ayah,apa maksud ayah dengan semua ini. Ayah menyuruh kepala sekolahku untuk memasukkan aku ke MTs,padahal khan aku ingin ke SMP,ayah,” kutatap mata ayahku yang sedang makan siang dengan ibu. “ Kamu mau melanjutkan sekolah ke SMP??? Apa maksudmu? MTs lebih baik daripada SMP, di MTs kamu bisa belajar agama dan kamunjuga bisa mendapatkan pelajaran umum. Kalau SMP?? Kamu Cuma mendapatkan sedikit pelajaran agama. Nah, bagusan mana, MTs apa SMP???” ayahku balik menatapku. Pertanyaan ini yang aku tunggu-tunggu. Aku sudah mempersiapkan argumen untuk menjawab pertanyaan ini. “tapi yah,kalo aku sekolah di MTs,berapa biaya yang harus aku keluarkan. Untuk ongkos pulang-pergi,jajan, bukankah banyak biaya yang harus kita keluarkan. Tapi kalau di SMP, SMP ada di depan rumah kita,yah. Gak perlu ongkos,gak perlu uang jajan soalnya kalo aku laper aku bisa pulang ke rumah. Jadi, kita bisa lebih hemat kalo aku melanjutkan ke SMP? Trus kalo masalah pelajaran agama,aku bisa belajar di TQA atau di Madrasah Diniyah, gak perlu sampe sekolah ke MTs segala. Benar khan? Lagipula yah,temen-temenku gak ada yang mau masuk ke MTs,semuanya masuk ke SMP semua. Jadi aku mau juga dong masuk ke SMP?”  panjang lebar aku menjelaskan argumenku pada ayah. Ayah terdiam. Aku tersenyum,merasa menang. Ayah menghela napas,lalu berkata, “tika,dengarkan ayah. Kamu adalah anak ayah yang penurut. Kamu pasti akan menuruti semua yang ayah katakan. Percayalah,apa yang ayah berikan adalah hal yang terbaik untukmu. Kamu akan menjadi anak ayah yang terbaik bukan?” ayah memegang bahuku yang mulai terguncang. Kalau ayah sudah berkata begitu, maka tidak ada alasan lagi untukku untuk menolaknya. Aku Cuma bisa menangis. Aku Cuma bisa menahan kesal yang menggumpal di dalam hatiku karena selamanya aku tidak sanggup melawan ayahku.
-------
Kupandangi sekelilingku. Hari ini adalah hari pertama aku masuk ke MTs Negeri Belilik,satu-satunya MTs Negeri yang ada di kabupatenku. Kuedarkan pandangan ke sekelilingku,mencari orang yang mungkin ku kenali. Tiba-tiba da yang menepuk punggungku. “tika,khan?” Tanya seorang siswi yang kukenal bernama Siti. Dia adik kelasku di TPA. Yang kutahu,dia duduk di kelas 2 di MTs ini. “kau pasti sedang mencari teman? Kamu pergi saja ke depan kelas yang di sana,udah ada Fajar sama teman-temannya,lh,”katanya lagi sambil menunjuk kea rah sebuah kelas. Fajar adalah sepupuku yang  bersekolah dasar berbeda denganku. Aku pun segera menuju kelas yang ditunjuk oleh Siti. Kulihat Fajar sedang berbincang dengan teman-temannya,yang hamper kukenal semuanya.
 Kulihat salah seorang dari mereka menatapku dengan pandangan sinis. Jangan heran,karena mereka semua adalah siswa siswi yang berasal dari SD musuh bebuyutan SD-ku. Walaupun aku tahu, mereka tak kan berani macam-macam dengan. Reputasiku cukup terkenal di seluruh desaku (di kalangan anak-anaknya tentunya). Di TPA,aku terkenal dengan anak kesayangan guruku. Aku pun terkenal dengan ke-tomboy-an ku. Meskipun sebenarnya aku benci dengan permusuhan ini. Aku pun tak pernah mencari gara-gara dengan mereka. Sikapku ini membuat aku pun cukup akrab dengan beberapa murid di sekolah itu.
Aku menyapa Fajar,lalu duduk di sampingnya. Septi,salah satu dari mereka yang cukup akrab denganku,menyapaku. Kubalas dengan senyum. Aku Cuma mendengarkan percakapan mereka sampai bel masuk yang menandakan dimulainya MOS kami.
-------
bersambung....

aku belum siap tuk kehilanganmu.....

friend......
jujur....
aku benar2 gak nyangka.....
secepat itu kamu ngelupain aku.....
padahal ku pikir,kau tlah anggap aku your best friend...
yg gak mungkin pernah kamu lupain...
ternyata,, cma q tinggal bentar..
kamu dah lupa..
lupa aq,, lupa kenangan kita yg tlah lalu..
segitu gk berhargakah aq dimatamu?
sehingga aq cma kau anggap angin lalu..
dengan sekejap mata kau bisa lupakan aq..

jujur,, friend...
aq blum siap tuk kehilanganmu...